Relawan Prabowo dan Gibran Dukung Sufmi Dasco untuk Memperkuat Persatuan Nasional

Jakarta – Dalam upaya memperkuat semangat persatuan di tengah tantangan yang dihadapi bangsa, Ketua Umum Relawan ALL Cipayung Prabowo-Gibran, David Pajung, memberikan dukungan terhadap pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad. Ia menilai pentingnya pernyataan tersebut untuk membangun ‘Persatuan Nasional’ yang solid.
Pentingnya Dukungan Terhadap Sufmi Dasco
David Pajung, yang dikenal sebagai aktivis 98, menekankan bahwa dukungan ini merupakan langkah strategis untuk membantu pemerintahan Prabowo dan Gibran dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Ia percaya bahwa dengan memperkuat persatuan, pemerintah dapat lebih efektif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan Sufmi Dasco di ITB
Pernyataan Prof. Sufmi Dasco Ahmad ini disampaikan di Aula Barat ITB pada Kamis, 5 Maret 2026, dalam acara peluncuran buku karya Syahganda Nainggolan yang berjudul “Menggugat Republik”. Acara tersebut juga dilengkapi dengan seminar nasional yang bertemakan “Prabowonomics, Demokrasi dan Arah Republik ke Depan”.
David Pajung menjelaskan bahwa sikap Don Dasco, panggilan akrab Sufmi Dasco, mencerminkan komitmen dan rasa nasionalisme yang mendalam. Sebagai seorang politisi berpengalaman, ia memiliki pemahaman yang baik terhadap dinamika kebangsaan yang sedang berlangsung saat ini.
Tantangan Media Sosial dan Perpecahan
Menurut David, fenomena saling serang di media sosial oleh berbagai pihak, baik aktivis maupun kelompok politik, adalah tindakan yang tidak produktif. Di tengah upaya pemerintah untuk membangun cita-cita kesejahteraan rakyat, konflik semacam itu hanya akan menghambat kemajuan.
“Rancangan Asta Cita Presiden Prabowo merupakan jembatan menuju Indonesia Emas 2045. Desain ini memerlukan dukungan dari semua elemen masyarakat, tanpa terjebak dalam perbedaan politik atau sosial,” ujarnya.
Peran Aktif Sufmi Dasco
Prof. Sufmi Dasco telah menunjukkan sikap proaktif dalam merespons aspirasi masyarakat. Salah satu tindakan penting yang diambilnya adalah menetralkan situasi ketika mahasiswa dan aktivis melakukan demonstrasi pada Agustus 2025. Aksi tersebut berpotensi menimbulkan kerusuhan sosial.
“Jika Don Dasco tidak turun tangan pada waktu itu, kemungkinan kerusuhan yang lebih besar akan terjadi. Tindakannya yang tenang dan matang berhasil memberikan solusi yang dibutuhkan,” ungkap David Pajung.
Relevansi Panggilan untuk Persatuan Nasional
David menilai bahwa ajakan untuk memperkuat persatuan nasional sangat relevan di tengah konflik global yang sedang berlangsung. Ini adalah pesan moral yang perlu disampaikan bagi semua elemen bangsa.
“Pernyataan Don Dasco harus dipahami sebagai suara rakyat. Rakyat kini merasa resah dengan fragmentasi dan disharmoni yang terlihat di media sosial,” tutup David yang juga merupakan alumnus Lemhannas RI.
Pidato Menggugah dari Sufmi Dasco
Ketika Sufmi Dasco berdiri di podium di Aula Barat ITB pada 5 Maret 2026, suasana di ruangan itu menjadi hening. Acara peluncuran buku “Menggugat Republik” dan seminar nasional berjalan dengan penuh semangat, terutama di bagian akhir saat diskusi menjadi sangat tajam.
“Buku ini sangat kritis,” ujar Dasco. Ia menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari kegelisahan mendalam, bahwa meskipun demokrasi berjalan, distribusi manfaat pembangunan belum tentu adil bagi semua lapisan masyarakat.
Kesadaran akan Keadilan Ekonomi
Ia berhenti sejenak dan menatap hadirin. “Demokrasi juga harus menjamin keadilan, terutama keadilan ekonomi. Tanpa keadilan, kohesi sosial yang kita miliki akan tergerus,” tambahnya.
Pidato tersebut kemudian berlanjut menjadi ajakan terbuka bagi masyarakat sipil. Dasco mengungkapkan banyak pertanyaan yang muncul mengenai seberapa lama Presiden Prabowo Subianto perlu diberi waktu untuk memenuhi janjinya. Namun, ia menekankan bahwa pertanyaan yang lebih penting adalah sebaliknya.
“Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar masyarakat sipil bersatu dan memperkuat persatuan nasional sehingga Prabowo dapat menunaikan janjinya?” tanyanya.
Warisan Masalah Struktural
Prof. Dasco juga mencatat bahwa pemerintah saat ini dihadapkan pada berbagai masalah struktural yang diwariskan, termasuk persoalan izin pertambangan yang sering kali tidak memberikan manfaat nyata bagi negara.
“Jika ada IUP yang tidak menguntungkan negara, seharusnya pemerintah mencabutnya,” tegasnya.
Penutupan yang Menggugah
Pidato terakhir Dasco menutup seminar yang berlangsung dengan penuh emosi dan interupsi gagasan yang tajam. Ia mengajak semua pihak untuk bersatu demi masa depan yang lebih baik.
Dengan langkah-langkah konkret dan komitmen untuk memperkuat persatuan, diharapkan tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa dapat diatasi secara efektif. Melalui dukungan terhadap tokoh-tokoh seperti Sufmi Dasco, diharapkan bangsa ini dapat bergerak menuju kesejahteraan yang lebih merata dan berkeadilan.




