Pj Sekda Kalteng Dorong Dewan Juri FBIM 2026 Tingkatkan Objektivitas Penilaian

Penyelenggaraan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 menjadi momen penting bagi Provinsi Kalimantan Tengah, tidak hanya sebagai bentuk perayaan tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat identitas budaya. Dalam acara yang dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, di Betang Eka Tingang Nganderang, Rabu (13/5/2026), diambil sumpah dan janji oleh dewan juri. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang krusial dalam memastikan kualitas dan objektivitas penilaian dalam festival yang akan datang.
Pentingnya Festival Budaya Isen Mulang 2026
Linae Victoria menegaskan bahwa FBIM 2026 bukan hanya sekadar festival, tetapi merupakan bagian integral dari perayaan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah. Festival ini diharapkan dapat menggugah rasa bangga masyarakat terhadap kekayaan budaya yang dimiliki daerah ini.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan festival ini agar berlangsung dengan meriah dan partisipatif,” ujarnya. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, diharapkan kegiatan ini mampu menciptakan suasana yang inklusif dan berkualitas.
Refleksi Budaya dan Identitas Masyarakat
Linae menambahkan bahwa kegiatan FBIM adalah wujud syukur dan refleksi atas keberagaman budaya yang ada di Kalimantan Tengah. “Kekayaan budaya ini adalah identitas kita, yang harus terus dilestarikan dan dijaga,” tegasnya. Ia percaya bahwa nilai-nilai adat istiadat yang ada merupakan fondasi untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.
- Memperkenalkan tradisi budaya daerah.
- Mempererat silaturahmi antar masyarakat.
- Memperkuat persatuan dalam keberagaman.
- Mengembangkan potensi budaya dan pariwisata.
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peran Strategis Dewan Juri
Dalam sambutannya, Linae juga menekankan betapa pentingnya peran dewan juri dalam menjaga objektivitas dan kredibilitas penilaian. “Keberhasilan FBIM sangat bergantung pada sinergi dan profesionalisme semua pihak, termasuk panitia, peserta, dan dewan juri,” jelasnya. Setiap elemen memiliki tanggung jawab untuk memastikan festival berlangsung dengan baik dan berkualitas.
“Melalui pengambilan sumpah dan janji ini, saya berharap dewan juri dapat menjaga integritas dan profesionalisme dalam penilaian mereka,” imbuhnya. Linae mengingatkan bahwa kejujuran dan keadilan adalah prinsip yang harus dijunjung tinggi dalam setiap proses penilaian. “Hasil yang diperoleh harus mencerminkan kualitas dan prestasi terbaik dari para peserta,” tambahnya.
Komitmen terhadap Pelestarian Budaya
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Yosias, juga menekankan bahwa FBIM 2026 adalah bagian dari perayaan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah. Festival ini akan diikuti oleh peserta dari 14 kabupaten/kota, perangkat daerah, komunitas, serta paguyuban.
“Berbagai aktivitas seni dan budaya akan menjadi bagian dari festival ini, termasuk karnaval budaya, permainan rakyat, olahraga tradisional, serta pemilihan Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah,” papar Yosias. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya yang dimiliki daerah.
Berbagai Aktivitas dalam FBIM 2026
Kegiatan FBIM 2026 dirancang untuk melibatkan masyarakat secara luas dengan beragam aktivitas yang mencerminkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah. Berikut adalah beberapa acara yang akan diadakan:
- Karnaval Budaya yang menampilkan berbagai atraksi budaya.
- Permainan rakyat seperti Sepak Sawut dan Habayang.
- Olahraga tradisional seperti Besei Kambe.
- Keterampilan tradisional seperti Mangaruhi dan Manjawet Uwei.
- Parade tari kreasi dan pemilihan Jagau serta Nyai Kalimantan Tengah.
Dengan melibatkan 60 orang dewan juri yang akan dilantik sesuai dengan kompetensi masing-masing, festival ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar. Yosias menambahkan bahwa setiap juri akan ditempatkan sesuai dengan keahlian di bidang lomba yang diadakan, sehingga penilaian dapat dilakukan dengan objektif dan profesional.
Partisipasi dan Dukungan Masyarakat
Festival Budaya Isen Mulang 2026 diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat luas dan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya. Partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, komunitas, dan masyarakat, sangat diperlukan untuk kesuksesan acara ini.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam festival ini. Mari kita jaga dan lestarikan budaya kita bersama,” ajak Yosias. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan FBIM 2026 dapat menjadi ajang yang tidak hanya merayakan budaya, tetapi juga memperkuat jalinan sosial di antara masyarakat.
Kesimpulan
Festival Budaya Isen Mulang 2026 bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah langkah strategis dalam menjaga dan melestarikan budaya Kalimantan Tengah. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan partisipasi masyarakat, diharapkan festival ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi semua pihak yang terlibat.
Dengan adanya dewan juri yang profesional dan objektif, penilaian yang dihasilkan diharapkan dapat mencerminkan kualitas dan prestasi dari setiap peserta. Mari kita sambut FBIM 2026 dengan antusiasme dan komitmen untuk melestarikan kekayaan budaya yang kita miliki.

