Warga Desa Daulu dan Semangat Gunung Desak Dinas Pariwisata Cabut SK Pengutipan Retribusi

Pada hari Kamis, 4 Juni 2026, ratusan warga dari Desa Semangat Gunung dan Desa Daulu berkumpul di halaman Kantor Bupati Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe. Mereka memanfaatkan pengeras suara untuk menyampaikan enam poin tuntutan terkait penerbitan mandat retribusi air panas yang mereka anggap bermasalah.
Pertanyaan Seputar Pengutipan Retribusi
Koordinator aksi, Hermansyah Barus, dengan tegas membacakan tuntutan warga yang mencerminkan keprihatinan mereka. Salah satu poin utama yang dipertanyakan adalah alasan di balik penerbitan mandat baru retribusi air panas Daulu-Semangat Gunung oleh Bupati Karo melalui Kepala Dinas Pariwisata, tanpa adanya sosialisasi yang memadai kepada warga dan pemerintah desa setempat.
Isi Tuntutan Warga
Berikut adalah enam tuntutan yang disampaikan oleh warga:
- Mandat retribusi sebelumnya yang dikeluarkan atas nama Rikky Sinurat masih berlaku, namun Kepala Dinas Pariwisata sudah menerbitkan mandat baru.
- Warga telah membayar Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Dinas Pariwisata setiap tanggal 18 di muka, tetapi baru berjalan sepuluh hari, pengutipan tersebut dihentikan secara sepihak tanpa adanya koordinasi.
- Warga meminta agar Bupati Karo mencabut dan membatalkan mandat baru serta menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada musyawarah kedua desa.
- Permintaan untuk mencopot Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karo, Tomy Kemit, karena dinilai telah menciptakan kericuhan antara Desa Daulu dan Desa Semangat Gunung.
- Pemerintah Kabupaten Karo dinilai tidak pernah memberikan perhatian yang cukup terhadap kesejahteraan kedua desa tersebut, baik di masa lalu maupun saat ini.
Reaksi dan Tindakan Warga
Salah satu koordinator aksi menegaskan bahwa jika tuntutan mereka tidak ditanggapi dan Bupati Karo tidak memberikan solusi terkait masalah yang ditimbulkan oleh mandat baru tersebut, para peserta aksi akan tetap bertahan di halaman kantor bupati dan bahkan mendirikan tenda untuk menginap di sana.
Respons dari Pihak Dinas Pariwisata
Menyusul aksi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karo, Juni Tomy Keliat, mengumumkan bahwa semua kegiatan pengutipan retribusi akan dihentikan untuk sementara waktu. Ia juga berjanji akan menyampaikan seluruh poin tuntutan yang diajukan warga kepada Bupati Karo sebagai pimpinan.
Situasi di Lokasi Aksi
Saat aksi berlangsung, Bupati Karo diketahui sedang menghadiri acara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Tigabinanga, yang menimbulkan pertanyaan tentang komitmennya dalam menyelesaikan masalah retribusi ganda yang dikhawatirkan dapat merugikan kedua belah pihak.
Pernyataan Wakil Bupati Karo
Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, dalam pernyataannya di hadapan para demonstran, menjelaskan bahwa untuk menjaga keamanan dan ketertiban, kedua SK yang diterbitkan akan dicabut. Ia mengajak warga untuk melakukan musyawarah lebih lanjut mengenai langkah ke depan.
Pentingnya Keterlibatan Warga
Keberadaan warga dalam mempertahankan hak-hak mereka adalah penting. Mereka menunjukkan semangat yang tinggi untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap keputusan yang dinilai merugikan. Hal ini mencerminkan rasa kepemilikan mereka terhadap desa dan lingkungan sekitar.
Peran Pemerintah dalam Mengatasi Masalah
Pemerintah Kabupaten Karo memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan dan merespons aspirasi masyarakat. Pendekatan yang lebih inklusif dan transparan dalam pengambilan keputusan akan membantu menjembatani hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini penting agar masyarakat merasa dihargai dan memiliki peran dalam pembangunan daerah mereka.
Solusi yang Diharapkan
Warga berharap agar ada dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat. Mereka menginginkan agar setiap keputusan yang diambil terkait pengutipan retribusi dilakukan dengan melibatkan semua pihak yang terkait. Dengan demikian, akan tercipta rasa saling percaya dan kolaborasi yang lebih baik.
Membangun Kesadaran Bersama
Penting bagi semua pihak, baik pemerintah maupun warga, untuk membangun kesadaran akan pentingnya kerjasama dalam mengelola sumber daya yang ada. Melalui musyawarah yang baik, diharapkan setiap masalah dapat diselesaikan secara damai dan produktif.
Langkah Selanjutnya bagi Warga
Warga Desa Daulu dan Semangat Gunung harus tetap bersatu dan aktif dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Melalui berbagai cara, termasuk aksi damai dan dialog, mereka dapat menekan pemerintah untuk lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi mereka.
Peran Media dalam Masyarakat
Media juga memiliki peran penting dalam menyampaikan suara rakyat. Melalui laporan yang akurat dan berimbang, media dapat membantu mengedukasi masyarakat dan mendorong pemerintah untuk lebih transparan dalam pengambilan keputusan.
Komitmen untuk Perubahan
Warga berharap agar kejadian ini menjadi titik balik dalam hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan saling mendengarkan dan menghargai, mereka bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Membangun Masa Depan Bersama
Akhirnya, masa depan desa tergantung pada bagaimana semua pihak berkomitmen untuk bekerja sama. Keberhasilan dalam mengelola potensi desa, termasuk pengutipan retribusi yang adil, akan menentukan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.